
Dengan kubah berwarna merah muda yang ikonik, Masjid Putra menjadi salah satu landmark paling terkenal di Putrajaya. Berdiri megah di tepi Danau Putrajaya, masjid ini memadukan keindahan arsitektur Islam dengan panorama alam yang menawan, menjadikannya salah satu destinasi wisata religi paling populer di Malaysia.
Masjid ini diresmikan pada September 1999 dan dinamai untuk mengenang Perdana Menteri pertama Malaysia, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj. Dengan kapasitas hingga 15.000 jemaah, Masjid Putra menjadi salah satu masjid terbesar dan termegah di negara tersebut.
Perpaduan Arsitektur Islam dan Seni Lokal
Keunikan Masjid Putra terletak pada penggunaan granit berwarna merah muda yang memberikan tampilan elegan sekaligus menjadi ciri khas bangunan ini. Interiornya dipercantik dengan ukiran kayu cengal pada pintu, jendela, dan panel-panel dekoratif yang menampilkan keahlian para pengrajin lokal.
Desain masjid memadukan arsitektur Arab-Islam dengan sentuhan seni bangunan Persia era Safawi, menciptakan harmoni antara kemegahan klasik dan identitas budaya Malaysia.
Menara Ikonik dan Kubah Megah

Salah satu daya tarik utama Masjid Putra adalah menara setinggi 116 meter, yang terinspirasi dari Masjid Sheikh Omar di Baghdad. Menara ini terdiri dari lima tingkat yang melambangkan Lima Rukun Islam, sekaligus menjadi salah satu menara masjid tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Di bagian tengah berdiri kubah utama berdiameter 36 meter, yang dikelilingi delapan kubah kecil di setiap sudut bangunan. Sementara itu, desain dinding bagian bawah masjid terinspirasi dari arsitektur Masjid Hassan II di Maroko, menambah kesan megah pada keseluruhan bangunan.
Ruang Ibadah yang Luas dan Elegan
Masjid Putra memiliki tiga area utama, yaitu Ruang Salat, Sahn (halaman dalam), serta berbagai ruang pembelajaran dan ruang serbaguna.
Ruang salat ditopang oleh 12 pilar utama yang menyangga kubah besar setinggi sekitar 76 meter dari permukaan tanah. Sementara itu, area Sahn mampu menampung hingga 5.000 jemaah dan dihiasi elemen air serta deretan kolom yang memperkuat nuansa megah sekaligus menenangkan.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Putra juga menjadi pusat kegiatan masyarakat dengan menyediakan fasilitas untuk seminar, konferensi, simposium, pameran, hingga berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Etika Berkunjung
Masjid Putra terbuka bagi pengunjung dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah, seluruh pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan. Pengunjung wanita juga diminta mengenakan penutup kepala saat memasuki area masjid.
Cara Menuju Masjid Putra
Masjid Putra berada tepat di samping Perdana Putra, kompleks kantor Perdana Menteri Malaysia, dan menghadap langsung ke Danau Putrajaya.
Dari Kuala Lumpur, pengunjung dapat menggunakan KLIA Transit dari KL Sentral menuju Putrajaya Sentral. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan taksi atau layanan transportasi daring menuju Masjid Putra.
Mengapa Wajib Dikunjungi?
Masjid Putra bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ikon arsitektur Malaysia yang memukau. Kubah merah mudanya yang khas, perpaduan seni Islam dan Persia, serta lokasinya yang menghadap Danau Putrajaya menjadikan masjid ini salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Putrajaya, baik untuk beribadah, menikmati arsitektur, maupun mengabadikan momen melalui fotografi.



