
Sebagai taman nasional tertua di Sarawak, Taman Nasional Bako merupakan salah satu destinasi ekowisata paling populer di Malaysia. Berlokasi hanya sekitar 37 kilometer dari Kota Kuching, taman nasional ini menawarkan perpaduan sempurna antara hutan hujan tropis, pantai berpasir putih, tebing batu yang dramatis, serta keanekaragaman hayati yang luar biasa.
Resmi ditetapkan sebagai taman nasional pada 1957, Bako memang hanya memiliki luas sekitar 27 kilometer persegi, menjadikannya salah satu taman nasional terkecil di Malaysia. Namun, ukurannya yang relatif kecil justru menyimpan kekayaan alam yang mengagumkan.
Rumah bagi Flora dan Fauna Langka
Taman Nasional Bako menjadi habitat bagi sekitar 600 spesies tumbuhan, termasuk kantong semar (pitcher plant) yang langka. Selain itu, kawasan ini juga dihuni oleh lebih dari 267 spesies satwa liar, seperti bekantan (proboscis monkey), monyet daun perak, monyet ekor panjang, dan babi hutan.
Keberadaan bekantan yang menjadi ikon satwa liar Kalimantan menjadikan Bako sebagai salah satu lokasi terbaik untuk mengamati primata langka tersebut di habitat alaminya.
Pantai Eksotis dan Formasi Batu Unik

Tak hanya hutan tropis, Bako juga memiliki sejumlah pantai cantik dengan pasir putih, salah satunya Telok Pandan Kecil. Pantai ini menawarkan pemandangan teluk yang tenang, dihiasi tebing batu dan tanjung berbatu yang menciptakan panorama spektakuler.
Di berbagai sudut taman nasional, pengunjung juga dapat menemukan formasi batu alami yang terbentuk selama jutaan tahun akibat proses erosi, menciptakan lanskap pesisir yang unik dan fotogenik.
Ikon Geologi yang Menakjubkan
Salah satu daya tarik utama Bako adalah sea stack, pilar batu yang berdiri kokoh di tengah laut dan menjadi salah satu ikon geologi Sarawak. Bersama sea arches atau lengkungan batu alami, formasi ini terbentuk melalui proses erosi selama jutaan tahun dan menjadi objek favorit para fotografer maupun pencinta alam.
Trekking Menyusuri Hutan Hujan


Taman Nasional Bako memiliki 18 jalur trekking yang diberi penanda warna sesuai tingkat kesulitan dan jarak tempuh. Pengunjung dapat memilih rute pendek untuk menikmati panorama alam atau mencoba jalur yang lebih menantang dengan trekking seharian hingga berkemah di tengah hutan.
Sepanjang perjalanan, Anda berkesempatan melihat satwa liar, tumbuhan endemik, serta menikmati lanskap hutan hujan tropis khas Kalimantan yang masih terjaga.
Jam Operasional
Taman Nasional Bako dan loket Bako Terminal Jetty buka setiap hari, termasuk hari libur nasional, mulai pukul 08.00 hingga 17.00.
Cara Menuju Taman Nasional Bako
Dari Kota Kuching, perjalanan menuju Kampung Bako dapat ditempuh dengan mobil sejauh sekitar 37 kilometer, kemudian dilanjutkan menggunakan perahu selama kurang lebih 20 menit menuju kawasan taman nasional.
Alternatif lainnya, pengunjung dapat menggunakan bus umum nomor 1 (warna merah) dari pusat Kota Kuching menuju Bako Jetty dengan waktu tempuh sekitar 45–60 menit. Bus pertama berangkat pukul 07.00, sedangkan bus terakhir dari Bako menuju Kuching berangkat pukul 18.00.
Mengapa Wajib Dikunjungi?
Taman Nasional Bako menawarkan pengalaman lengkap bagi pencinta alam. Mulai dari bertemu bekantan di habitat aslinya, menjelajahi hutan hujan tropis, menikmati pantai berpasir putih, hingga mengagumi formasi batu yang terbentuk selama jutaan tahun. Tak heran jika Bako menjadi salah satu destinasi ekowisata terbaik di Sarawak dan pintu gerbang untuk menikmati keindahan alam Pulau Kalimantan.



